Sabtu, 13 Oktober 2012

Yang Bikin Kesal Sewaktu Naik Angkot (originally by Soleh Solihun)


Ini keluhan seorang cheap bastard tidak tahu diri, ingin murah meriah, tapi banyak maunya.
Hehehe.

1.      Penumpang yang duduk di pintu masuk, di kursi ekstra, yang menghadap ke belakang serta di kursi paling pinggir, tapi tidak mau turun dulu dari angkot waktu ada orang yang turun. Padahal, kalau dia mau turun sebentar akan sangat membantu orang yang turun.
2.      Angkot kosong, tapi ada penumpang yang duduk di pintu masuk dan tidak mau menggeser ke dalam, padahal dia mengganggu orang yang mau naik angkot.
3.      Penumpang yang duduknya miring sehingga membuat kursi lebih sempit. Apalagi kalau yang duduk itu pake rok mini. Jadi, dia tidak akan duduk lurus. Kalau pakai rok terus tahu risikonya bakal terlihat orang banyak di angkot, ya, mendingan jangan naik angkot, atuh!
4.      Penumpang yang selalu menutup hidungnya dengan saputangan atau tisu. Padahal, dia tidak sedang pilek. Tapi, sepanjang perjalanan terus menutup hidung, seperti tidak ingin ada disana. Seperti hina. Kalau begini, kan, kadang-kadang suka berfikir, apa badan saya yang bau, ya? Hahaha
5.      Sedang enak-enak duduk di kursi depan, tiba-tiba ada penumpang baru yang juga duduk di kursi depan. Kalau di kursi belakang sudah tidak ada tempat lagi, sih, bolehlah. Tapi, kalau di kursi belakang masih ada, terus orang itu malah duduk di kursi depan juga, itu, sih, sangat menyebalkan.

Ah, sudahlah. Kalau mau enak, mah, memang mendingan naik mobil pribadi. Tapi, karena pada dasarnya saya seorang cheap bastard, selama masih bisa naik angkot, saya pilih angkot. Hehehe. Walaupun memang, ada uang buat gaya.

(Originally by Soleh Solihun, dalam buku ‘Celoteh Soleh’ , dengan beberapa editan)

this is just for fun, if you like it, please buy the original book !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar